Pendahuluan
Tulisan ini adalah critical review dari artikel “Potensi
Energi dan Radiasi di Riau” yang di posting oleh Nizar M hidayat di RiauPos.co.
Di artikel ini penulis mejelaskan bahwa potensi energi di Indonesia cukup besar
terutama di Riau, salah satunya energi matahari. Potensi ini harus di
manfaatkan oleh Indonesia sebagai sumber energi baru dan terbarukan.
Latar
Belakang
Sekarang
ini dunia sedang berlomba-lomba dalam menciptakan Energi Baru dan Terbarukan
untuk negaranya sebagai pengganti energi fosil. Indonesia merupakan salah satu
negara yang mempunyai potensi Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang sangat
melimpah. Dengan memanfaatkan potensi ini Indonesia bisa mengurangi
ketergantungan terhadap energi fosil, yang kita tahu persediaannya yang kian
menipis dan kebutuhan yang terus meningkat serta dapat menjadi ancaman bagi
lingkungan.
Salah satu potensi EBT yang bisa di manfaatkan Indonesia
ialah matahari walaupun kita gunakan secara terus-menerus tidak akan habis.
Energi matahari juga sangat menguntungkan di bandingkan energi fosil karna
energi surya lebih ramah lingkungan.
Critical
Review Artikel
Poin utama artikel ini adalah Indonesia memiliki potensi
Energi Baru Terbarukan yang cukup besar, terutama dalam pemanfaatan energi
mataharinya.
Penulis menyarankan di artikelnya, agar Indonesia
memanfaatkan potensi EBTnya, terutama untuk wilayah riau dengan pemanfaatan
energi matahari melalui lahan kosong untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga
Surya (PLTS)
Penulis menegaskan pada artikelnya, penggunaan Energi
Fosil secara terus menerus dapat membahayakan lingkungan dan ini jelas,
pemanfaatan energi fosil yang berlebihan berdampak buruk sehingga meningkatnya
jumlah gas rumah kaca (GRK) di atmosfer yang menyebabkan panas dari matahari
yang di terima oleh bumi seharusnya di pantulkan kembali ke angkasa, namun
adanya gas rumah kaca akan menghalangi sebagian panas kembali ke angkasa dan
membuatnya terperangkap di atmosfer bumi sehingga menimbulkan terjadinya
pemanasan global.
Selanjutnya penulis menegaskan pada artikelnya, Indonesia
yang berada dalam wilayah khatulistiwa mempunyai potensi energi surya yang
cukup besar sepanjang tahunnya. Posisi matahari dan kedudukan wilayah di
permukaan bumi memberikan pengaruhnyata terhadap potensi energi surya pada
suatu wilayah.
Saya sependapat dengan penulis di artikelnya, agar Riau
memanfaatkan lahan kosongnya untuk membangun PLTS, karena potensi riau sendiri
dalam pemanfaatan energi matahari dengan iklim yang mudah di prediksi dan
radiasi matahari yang cukup tinggi pada musim kemaraunya, sangat menguntungkan
bagi riau sebagai penghasil energi listrik.
Penulis menegaskan di artikelnya, pemerintah telah
menerbitkan undang-undang untuk mendukung upaya dan pemprograman pengembangan
Energi Baru Terbarukan (EBT) di indonesia.
Saya setuju dengan penulis di artikelnya, yang
menyarankan perlu dilakukan diversifikasi pemanfaatan sumber energi selain
fosil yang memiliki keterbatasan dan rentan memicu kerusakan lingkungan, karna
diversifikasi merupakan langkah yang tepat untuk mengurangi ketergantungan
terhadap sumber fosil.
Menurut saya, informasi yang disampaikan penulis di
artikelnya yang menjelaskan tentang pemerintah akan menaikkan daya setiap
pembangkit listrik pada tahun
2020,2024,2025 dan total investasi yang diserap sampai 2025 di proyeksi
mencapai 13,197 juta dolar AS, tidak sesuai dengan judul karna disini hanya
menginformasikan tentang prencana meningkatan daya dan tidak berhubungan dengan
potensi.
Di
artikel ini, saya menemukan penulis tidak member tahu secara rinci wilayah yang
mengalami peningkatan penduduk di tahun 2015 mencapai 5.877.887 dan menghasilkan
rata-rata lama penyinaran matahari 5 sampai 6 jam.
Pada
artikel ini penulis tidak menjelaskan dimana dia memperoleh data yang
menjelaskan sebanyak 270 kelurahan dari 1.640 kelurahan di Provinsi Riau belum
teraliri listrik.
Kesimpulan
Secara keseluruhan dari artikel ini dapat di ambil
kesimpulan, pertama inti pembahasan yang di sampaikan cukup baik dan sesuai
dangan judul, kedua urutan pembahasan di setiap paragrafnya cukup tepat dan
sesuai dengan pembahasan, ketiga dari cara penulisan artikel cukup baik dan
penggunaan bahasanya mudah di pahami, keempat informasi yang di berikan oleh
penulis sangat bermanfaat dan juga ada data yang belum pasti
kebenaranya, kelima
ada beberapa data yang seharusnya tidak perlu disampaikan
oleh penulis, keenam
artikel ini bisa jadi pendorong kita untuk mulai mengoptimalkan sumber Energi Baru
Terbarukan kita.